CINTAKU
DI LAPANGAN SEKOLAH
Di suatu
sekolah yang ku anggap tempat di mana aku bisa mengungkapkan segala ekspresi
kehidupan di dalamnya, ternyata sekolah menjadi tempat yang indah untuk
menemukan cerita-cerita indah yang bisa untuk dikenang. Selain sebagai tempat
untuk menemukan segudang ilmu di sekolah juga menjadi tempat untuk kita
menemukan berbagai jenis dan sifat teman yang kita jumpai, sesosok teman
menjadi sebuah keindahan dalam menjalani kehidupan ini, selain itu di
lingkungan sekolah kita juga dapat menemui benih-benih cinta yang akan tumbuh
menjadi indah. Di sini lah ku mulai cerita itu.
Hari itu, tepatnya hari Minggu
tanggal 17 Agustus 2008 aku menjadi petugas paduan suara di sekolahku dalam
acara memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Sialnya, karena tidak
mendapatkan angkutan umum, aku hampir terlambat . pintu gerbang sekolah sudah
mau ditutup . dari kejuhan aku berteriak “Tunggu bu !” . nafasku
tersengal-sengal akibat berlari. “Cepat nak , 10 menit lagi upacara sudah mau
dimulai !” sahut guruku .
Akhirnya aku pun masuk ke dalam
sekolah . aku mencari dasi di dalam tasku. “Mampus gue, dasinya ketinggalan .
hari ini bener-bener dapet double sial !” gumam gue . tiba-tiba Reni dating
menghampiriku “ Kenapa lo Put ?” tanyanya keheranan .
“Dasi gue
ketinggalan ren, aduh gimana dong ?’ tanyaku .
“Ah lo
rempong amat, pinjem ke PMR aja , kan banyak Put” jawabnya .
“Oh iya
gue lupa, thanks ya Ren” sahutku.
“Oke Put”
jawab Reni.
Aku pun bergegas menuju ruang PMR,
di sekolahku anggota PMR biasanya menggunakan pakaian khusus putih-putih
sehingga mereka tidak mengenakan dasi. Tiba di ruang PMR ku segera mengambil
dasi milik sekenanya. Kemudian aku berlari menuju lapangan. Di lapangan para
siswa telah berbris dengan rapih. Sesampainya di barisan paduan suara aku tidak
mendapatkan barisan. Namun, tiba-tiba seseorang memanggilku. “Put, Putri, sini
disebelah gue aja. Masih bias nyelip ko”. Aku pun mencari darimana sumber suara
itu berasal . ternyata yang memanggilku adalah Raja. Aku menuju ke arahnya sambil
tersenyum.
“Lo telat
ya Put?” tanyanya.
“Iya nih
ja, gue tadi nunggu angkot lama banget.” sahutku.
Raja adalah teman satu eskul ku. Aku
dan dia sama-sama menjadi anggota OSIS . hanya saja aku tidak begitu
mengenalnya. Dalam hati aku bergumam hmmm,
dilihat dari deket, manis juga nih anak. Akupun jadi senyum-senyum sendiri.
Upacara pun dimulai, aku
menghentikan pembiaraanku dengan Raja. Seusai upacara seluruh murid-murid
membubarkan diri dan pulang. Dalam perjalanan pulang, entah mengapa
baying-bayang Raja selalu ada dalam benakku. Dalam hati aku berkata “iih,,
ngapain jug ague mikirin Raja, huhh “ .
Beberapa hari kemudian, di sekolahku
ada acara speech contest yang mana Raja mengikuti lomba tersebut . aku yang
mngetahui hal itu segera bergegas menuju aula sekolah, disan aku melihat Raja
sedang bersiap-siap untu maju membacakan pidato bahasa Inggrisnya. Aku
tersenyum padanya. Tiba-tiba teman sekelasku yang bernama Ines datang, “woyy
Put, ngapain lo disini?” tanyanya keheranan. Akupun langsung menjawab dengan
gugup “y..yaa., gue mau nonton lo lah nes, lo kan wakil dari kelas kita” , aku
terpaksa berbohong kepadanya. “ooh, gitu..”sahutnya.
Selang beberapa hari setelah itu,
saat pulang sekolah aku melihat Raja di depan gerbang sekolah. Dia
menghampiriku dan bertanya. “eh Put, gue boleh minta nomor HP lo ngga ?
barangkali ada rapat OSIS atau keperluan apa gitu?” tanyanya. “boleh ko ja,” .
aku pun memberikan nomor HP ku. Setelah ari itu aku dan Raja hampir setiap hari
smsan. Aku sngat senang sekali bisa brkomunikasi dengannya.
Suatu malam Raja mengirimkn sms
kepadaku, dia berkata “Put, gue mau ngomong sesuatu sama lo,” .
“oh, iya
silahkan mau ngomong apa?” jawabku.
“sebenernya
gue suka sama lo Put, sejak waktu lo telat pas upacara hari kemerdekaan . gue
tau kita masih sekolah, dan gue juga belum mau pacaran . gue mau lo jadi
someone special gue Put, lo mau ngga ?” tanyanya .
“iya ja,
gue ngerti ko. Gue juga suka sama lo. Tapi gue belum mau pacaran. Gue mau ko
jadi someone special lo.” Jawabku.
Sejak saat
itu aku dan Raja menjadi sangat dekat, tetapi kami tidak berpacaran. Kami
sering belajar bersama dan melakukan hal-hal lain bersama. Aku tidak tau akan
seperti apa hubungan kami selanjutnya. Aku hanya berharap semoga aku dan Raja
bisa selalu bersama .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar