Rabu, 23 Januari 2013

cerpen


CINTAKU DI LAPANGAN SEKOLAH
Di suatu sekolah yang ku anggap tempat di mana aku bisa mengungkapkan segala ekspresi kehidupan di dalamnya, ternyata sekolah menjadi tempat yang indah untuk menemukan cerita-cerita indah yang bisa untuk dikenang. Selain sebagai tempat untuk menemukan segudang ilmu di sekolah juga menjadi tempat untuk kita menemukan berbagai jenis dan sifat teman yang kita jumpai, sesosok teman menjadi sebuah keindahan dalam menjalani kehidupan ini, selain itu di lingkungan sekolah kita juga dapat menemui benih-benih cinta yang akan tumbuh menjadi indah. Di sini lah ku mulai cerita itu.
            Hari itu, tepatnya hari Minggu tanggal 17 Agustus 2008 aku menjadi petugas paduan suara di sekolahku dalam acara memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Sialnya, karena tidak mendapatkan angkutan umum, aku hampir terlambat . pintu gerbang sekolah sudah mau ditutup . dari kejuhan aku berteriak “Tunggu bu !” . nafasku tersengal-sengal akibat berlari. “Cepat nak , 10 menit lagi upacara sudah mau dimulai !” sahut guruku .
            Akhirnya aku pun masuk ke dalam sekolah . aku mencari dasi di dalam tasku. “Mampus gue, dasinya ketinggalan . hari ini bener-bener dapet double sial !” gumam gue . tiba-tiba Reni dating menghampiriku “ Kenapa lo Put ?” tanyanya keheranan .
“Dasi gue ketinggalan ren, aduh gimana dong ?’ tanyaku .
“Ah lo rempong amat, pinjem ke PMR aja , kan banyak Put” jawabnya .
“Oh iya gue lupa, thanks ya Ren” sahutku.
“Oke Put” jawab Reni.
            Aku pun bergegas menuju ruang PMR, di sekolahku anggota PMR biasanya menggunakan pakaian khusus putih-putih sehingga mereka tidak mengenakan dasi. Tiba di ruang PMR ku segera mengambil dasi milik sekenanya. Kemudian aku berlari menuju lapangan. Di lapangan para siswa telah berbris dengan rapih. Sesampainya di barisan paduan suara aku tidak mendapatkan barisan. Namun, tiba-tiba seseorang memanggilku. “Put, Putri, sini disebelah gue aja. Masih bias nyelip ko”. Aku pun mencari darimana sumber suara itu berasal . ternyata yang memanggilku adalah Raja. Aku menuju ke arahnya sambil tersenyum.
“Lo telat ya Put?” tanyanya.
“Iya nih ja, gue tadi nunggu angkot lama banget.” sahutku.
            Raja adalah teman satu eskul ku. Aku dan dia sama-sama menjadi anggota OSIS . hanya saja aku tidak begitu mengenalnya. Dalam hati aku bergumam hmmm, dilihat dari deket, manis juga nih anak. Akupun jadi senyum-senyum sendiri.
            Upacara pun dimulai, aku menghentikan pembiaraanku dengan Raja. Seusai upacara seluruh murid-murid membubarkan diri dan pulang. Dalam perjalanan pulang, entah mengapa baying-bayang Raja selalu ada dalam benakku. Dalam hati aku berkata “iih,, ngapain jug ague mikirin Raja, huhh “ .
            Beberapa hari kemudian, di sekolahku ada acara speech contest yang mana Raja mengikuti lomba tersebut . aku yang mngetahui hal itu segera bergegas menuju aula sekolah, disan aku melihat Raja sedang bersiap-siap untu maju membacakan pidato bahasa Inggrisnya. Aku tersenyum padanya. Tiba-tiba teman sekelasku yang bernama Ines datang, “woyy Put, ngapain lo disini?” tanyanya keheranan. Akupun langsung menjawab dengan gugup “y..yaa., gue mau nonton lo lah nes, lo kan wakil dari kelas kita” , aku terpaksa berbohong kepadanya. “ooh, gitu..”sahutnya.
            Selang beberapa hari setelah itu, saat pulang sekolah aku melihat Raja di depan gerbang sekolah. Dia menghampiriku dan bertanya. “eh Put, gue boleh minta nomor HP lo ngga ? barangkali ada rapat OSIS atau keperluan apa gitu?” tanyanya. “boleh ko ja,” . aku pun memberikan nomor HP ku. Setelah ari itu aku dan Raja hampir setiap hari smsan. Aku sngat senang sekali bisa brkomunikasi dengannya.
            Suatu malam Raja mengirimkn sms kepadaku, dia berkata “Put, gue mau ngomong sesuatu sama lo,” .
“oh, iya silahkan mau ngomong apa?” jawabku.
“sebenernya gue suka sama lo Put, sejak waktu lo telat pas upacara hari kemerdekaan . gue tau kita masih sekolah, dan gue juga belum mau pacaran . gue mau lo jadi someone special gue Put, lo mau ngga ?” tanyanya .
“iya ja, gue ngerti ko. Gue juga suka sama lo. Tapi gue belum mau pacaran. Gue mau ko jadi someone special lo.” Jawabku.
Sejak saat itu aku dan Raja menjadi sangat dekat, tetapi kami tidak berpacaran. Kami sering belajar bersama dan melakukan hal-hal lain bersama. Aku tidak tau akan seperti apa hubungan kami selanjutnya. Aku hanya berharap semoga aku dan Raja bisa selalu bersama .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar